Mesin Parkir

Posted by Muhammad Munandar on Sabtu, 30 Juli 2011

Hape terasa kurang kumplit jika ga ada pulsanya apalagi ketika kita sangat memerlukan untuk telp atau sms tetapi tidak ada pulsanya, rasanya ingin membuang. ya orang hpnya aja butut. :)


Kejadian ini berlaku pada saya ketika mau cari sesuatu disebuah pertokoan. Saya datang dengan temen saya yang kebetulan juga mau mencari barang di toko yang sama tetapi beda hajat yang dicari. Akhirnya setelah kita sampe di toko kitapun memutuskan untuk berpisah dengan alasan tempat yang kita cari letaknya berjauhan sedangkan waktu kita tidak banyak untuk menghabiskan waktu untuk mencari keperluan kita.


Setelah saya mendapatkan barang yang saya cari akhirnya bergegas menuju ke kasir untuk membayar semua keperluanku.


Dimotor butuku ditempat parki saya menunggu temen yang masih ada didalam toko. Detik berganti menit, menit berganti jam, terus berlalu ups kaya lagunya ae... akhirnya saya pun memutuskan telp temen saya yang belum keliatan batang hidungnya.


Kubuka hp dan mencari no kontak teman saya untuk menghubungi dia dengan harapan dia bisa cepat keluar dari toko tsb. Apes yang ngangkat palah perempuan maaf no yang anda tuju tinggal kenangan kredit anda tidak cukup untuk panggilan ini.... uwalah ternyata hp saya udah sekarat.


Akhirnya saya pun harus mencari tlp umum, sedikit menggerakkan badan mata pun melihat tempat tlp umum koin yang tak jauh dari tempat parkir motor saya. Nah ini gambarnya, bukan hoax looo..



Apes lagi ternyata yang saya kira tlp umum palah justru mesin parkir. Klo difoto penuh dan dilihat dari kejauhan mirip dengan telp umum koin yang biasa ada di Indonesia.




*********
Tidak bisa dipungkiri memang malaysia merupakan salah-satu negar maju di ASIA. Mesin-mesin sudah banyak yang mengganti tenaga manusia, begitu juga dengan mesin parkir yang sudah banyak digunakan di malaysia.

Angan-anganku pun menerawang ke negri tercintaku Indonesia. Andai saja, andai saja mesin parkir digunakan dinegriku pasti mempunyai dampak negati ataupun positif, antaranya :
  1. Angka Pengangguran naik karena dengan adanya mesin maka tidak akan ada lagi namanya tukang parkir yang biasanya mangkal didepan toko-toko.
  2. Tukang parkir beralih profesi menjadi pe dagang asongan, pengamen, bakso keliling, calo dll.
  3. Kardus bekas tidak lagi menghasilkan uang recehan karena harus dijual kilo atau kadang dibakar, dibuang begitu saja.
  4. Mesin parkir lebih efektif.

Tetapi kayanya belum tepat jika mesin parkir ini dipergunakan di Indonesia karena masih banyaknya lapangan kerja yang diperlukan dan yang paling penting adalah kesadaran untuk membayar dimesin tersebut. Orang klo dijaga ama tukang parkir aja terkadang ga mau bayar.

Mesin parkir ini sebenarnya masih banyak kelemahan antaranya:
  1. Dengan menggunakan mesin parkir tersebut keamanan belum tentu terjamin karena letaknya ditempat bebas bukan didalam pagar atau dalam lingkaran yang diawasia oleh pihak keamanan setempat.
  2. Orang bisa saja tidak membayar parkir tersebut karena pengawasan masih jarang dilakukan.
  3. Waktu operasional tidak 24 jam.

******
Saya cinta akan negriku Indonesia.
Malaysia ibaratkan Akuarium yang kecil, indah tertara rapi dan penghuninya hidup sejahtera. Sedangkan Indonesia ibaratkan lautan yang luas. Taukan kalian akan lautan?