Pendidikan Alternatif Harus Dikenalkan

Posted by Muhammad Munandar on Sabtu, 21 Mei 2011


APPendidikan alternatif untuk warga yang tinggal di dalam kawasan hutan akan dikenalkan pada publik.

Hal itu bakal dilakukan Yayasan Citra Mandiri Mentawai di Dusun Sangong dan Tinambu, Desa Salapak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 23-27 Mei mendatang.
Deputi Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), Frans R Siahaan, Sabtu (21/5) di Padang, mengatakan, acara itu terangkum dalam sebuah kegiatan bernama Workshop Pendidikan Alternatif. Sekitar 25 orang peserta dari Indonesia, Brazil, dan Norwegia direncanakan mengikuti kegiatan tersebut.
"Sekolah Hutan dikenalkan, karena memang tidak ada fasilitas sekolah yang didirikan bagi warga yang tinggal di pedalaman hutan," kata Frans.
Peserta dari Brazil diundang untuk berbagi pengalaman mengelola sekolah serupa yang berujung menjadi kebijakan resmi negara. Sementara peserta dari Norwegia, kata Frans, datang sebagai mitra kerja.
Menurut Frans, Sekolah Hutan di Mentawai pertama kali diinisiasi YCMM pada 2004 lalu. Pertama kali ditujukan untuk mengenalkan baca tulis, namun kemudian warga meminta supaya diadakan program kejar paket A agar bisa melanjutkan ke SMP. "Itu kita lakukan juga sesuai dengan kemampuan," ujarnya.
Direktur YCMM, Roberta Sarogdok, menyebutkan, workshop itu juga diharapkan bisa mendorong pemerintah untuk menghasilkan kebijakan soal pendidikan bagi warga di pedalaman hutan. Sejauh ini telah disepakati 20 peserta ujian paket A yang akan mengikuti ujian  pada Juli mendatang.